Illimitable Until Death Chapter 004 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 4: Tampaknya Tidak Membiarkan Orang untuk Hidup terlalu Biasa

Cahaya Matahari bersinar dari langit, menerangi seluruh Stasiun Aragane.

Tempat Ini lebih seperti kota daripada desa.

Rumah-rumah terbuat dari kayu, tidak ada rumah modern yang terlihat, apa lagi gedung-gedung tinggi dan rumah besar.

Hal yang sama berlaku untuk jalan, Jalanan yang betul betul terbuat dari tanah tidak satu inci pun terbuat dari jalan aspal.

Namun, di lingkungan seperti itu, semua sisi dilindungi oleh tembok baja yang mengelilingi kota.

Di bawah pimpinan dua Ksatria tadi, Fang Li melakukan perjalanan.

Disekitarnya, pandangan para penduduk mengarah ke dirinya, sambil berbisik bisik.

Dalam situasi seperti itu, Fang Li hanya merasa seolah-olah dia adalah tahanan yang ditunjukkan kepada publik, dan rasanya sangat tidak nyaman.

Hal ini tak dapat dihindari dikarenakan pakaian Fang Li yang sangat berbeda dari para penduduk sekitar.

Pada saat ini, Fang Li mengenakan pakaian kasual khas anak anak muda zaman modern, dan hal itu jelas berbeda dari pakaian orang disekitarnya.

Era revolusi industri ini baru akan mulai mempengaruhi dunia, pakaian itu tidak peduli bagaimana kau melihatnya itu jelas sangat aneh bagi para penduduk.

para Penduduk sekitar sebagian besar selalu mengenakan pakaian gaya kimono.

Dengan hal ini, pakaian modern yang digunakan Fang Li sambil berjalan di kota, tentu saja akan menarik perhatian orang banyak.

Akibatnya, dikelilingi oleh orang-orang yang terus menatapnya, Fang Li merasakan semua jenis perasaan tidak nyaman, dia benar-benar ingin kabur dari sana, tetapi ia tak mampu melakukannya.

Untungnya, saat saat mengganggu itu segera berlalu.

Di bawah pimpinan dua Ksatria yang marah tadi, Fang Li sampai ke dinding luar Stasiun Aragane.

Di sini, sudah ada banyak Ksatria yang berjaga jaga.

Tapi para ksatria ini membawa senjata buatan khusus.

“Senapan” kata Fang Li.

Kemudian, salah seorang Ksatria dengan dingin menghela nafas dan berkata:

“mungkin seharusnya kau menyebutnya Senapan Uap”.

Setelah revolusi industri dimulai, mesin uap menjadi sesuatu yang sangat penting.

dikarenakan wilayah Hinomoto Tidak dapat memproduksi bubuk mesiu berkualitas tinggi secara massal, mesin uap diadopsi tidak hanya dibagian kereta api saja tetapi juga pada mesin mesin industri, oleh karena itu, dibandingkan dengan senapan yang membutuhkan bubuk mesiu sebagai bahan bakunya, masyarakat lebih memilih senapan dengan tenaga uap sebagai senjata utama.

Mesin uap yang luar biasa ini dikembangkan oleh seorang berkebangsaan Inggris (McRucky) menggunakan ide kompresi uap, yang tidak hanya memberikan daya tinggi untuk mengoperasikan kendaraan raksasa, tetapi juga untuk membawa ketel uap kecil bertekanan tinggi untuk senjata uap.

(TLn : ketel uap atau dalam bahasa inggris disebut Boiler adalah suatu wadah tertutup yang di dalamnya berisi air untuk dipanaskan untuk menghasilkan uap.)

Oleh karena itu, ketika diperhatikan lebih dekat para Ksatria yang membawa senapan di tangan mereka, memiliki selang yang terhubung ke bagian belakang mereka.

Dipunggung mereka terdapat dua tabung ketel uap.

Jenis ketel ini bersifat portabel dan mereka menyebutnya Tas Mesin, yang memiliki berbagai kegunaan.

(TLn : Portabel, Ringan dan mudah dibawa kemana saja.)

Salah satu kegunaannya adalah sebagai tenaga utama senapan uap tadi.

Dibandingkan dengan senapan jarak jauh dengan bubuk mesiu sebelumnya, senapan uap yang menggunakan peluru  jauh lebih nyaman dan jauh lebih kuat untuk digunakan saat berhadapan dengan ancaman Kabane saat ini,kini senjata uap menjadi kenyamanan psikologis masyarakat.

Ya, kegunaan lainnya itu hanya kenyamanan psikologis.

Meskipun kekuatan senapan uap lebih kuat daripada senapan bubuk mesiu, bahkan dengan itu mereka masih tidak dapat menembus lapisan membran kulit baja jantung Kabane.

Karena itulah, karena tidak ada cara yang pasti untuk menghabisi Kabane, orang-orang tidak punya pilihan selain membangun benteng untuk melindungi diri mereka dari serangan Kabane.

Sekelompok Ksatria membawa ketel uap bertekanan tinggi untuk setiap individunya, dan tangan mereka membawa senjata uap jenis pistol dan menjaga sekitarnya.

Terutama di arah pintu masuk, ada sejumlah besar Ksatria yang berjaga disekitarnya dengan ekspresi siap tempur.

Dalam rangka memerangi ancaman Kabane, Wilayah Hinomoto yang berada dibawah komando Shogun membangun sebuah benteng yang disebut Stasiun di berbagai tempat, dan satu satunya akses untuk pergi ke Stasiun lain adalah dengan lokomotif lapis baja yang dikenal sebagai —- Hayajiro.

Hayajiro hanya bisa dioperasikan oleh shogun, setiap anggota kru yang dikumpulkan di stasiun akan bekerja secara bergantian.

Setiap stasiun berhasil bertahan hidup dengan cara saling tukar menukar barang.

Dengan cara itu kekuatan dan pengaruh shogun yang mendistribusikan logistik sangat besar, dan menguasai wilayah Hinomoto.

Jadi, Pintu Gerbang baja adalah satu satunya jalan Untuk keluar masuk benteng menggunakan Hayajiro.

Namun,hal ini juga memiliki risiko.

Misalnya, di dalam Hayajiro, jika ada satu orang saja yang terinfeksi kabane dan orang tersebut berhasil memasuki stasiun kemudian berubah menjadi Kabane, maka seluruh stasiun bahkan seluruh kota akan menghadapi ancaman besar.

Dikarenakan Tidak ada cara yang pasti untuk membunuh Kabane, orang-orang ditakdirkan untuk hidup dalam ketakutan setiap harinya, bahkan ke tingkat di mana karena ketakutan dalam hati mereka, pikiran mereka melahirkan rasa curiga yang tidak wajar dan was was yang berlebihan.

Jelas, Ksatria yang bertanggung jawab sebagai penjaga gerbang dipenuhi dengan perasaan cemas dan takut.

Karena jika Kabane tiba tiba muncul, para penjaga gerbanglah yang akan menjadi korban Pertama.

Dalam keadaan seperti itu, jangankan Kabane, bahkan jika itu adalah seorang Manusia, jika mendekat tanpa alasan yang jelas, hal itu akan meledakkan rasa takut di hati mereka, maka mereka akan mengangkat senjata uapnya dan mengarahkannya tepat kejantungmu.

Memikirkan hal ini, Fang Li melihat Ksatria itu dan melihat ketakutan di mata mereka.

Mereka Menatap Fang Li, dua Ksatria yang memimpin jalan itu juga berpikir Fang Li sedang diliputi rasa takut, sembari mengejek Fang Li.

“Jadi, apakah itu menakutkan? Ketika kau melihat Kabane, apakah kau ketakutan setengah mati?”

“hey… hey…. Sudahlah Dia hanya pengembara, apakah kau benar-benar berpikir kalau dia akan melawan Kabane???”

Dua ejekan Ksatria itu membuat Fang Li memalingkan wajahnya, dalam hatinya dia merasa sedikit marah pada mereka.

Namun, pemikiran orang-orang ini yang sedang menghadapi krisis kehancuran, tetapi hanya bisa menemukan rasa superioritas pada orang-orang lemah yang serupa dengan mereka, amarah Fang Li berubah menjadi iba.

Entah mengapa ketika mereka melihat ekspresi yang ditunjukkan melalui mata Fang Li, kedua ekspresi Ksatria itu berubah menjadi buruk.

“Kamu akan berjaga dibagian atas benteng!”

Ksatria itu menunjuk posisi yang harus dijaga Fang Li, dan berkata dengan suara keras dengan nada penuh kemarahan

“Posisi itu kosong, kau pergilah menjaga tempat itu!”

“Sekarang?” kemudian Fang Li menadahkan tangan, lalu berkata: “Paling tidak, kau akan memberiku senjata, kan?”

“Itu tidak ada hubungannya dengan kami, jika kau ingin senjata, kau harus mencarinya sendiri,”

Ksatria yang lain kemudian menghela nafas dan berkata,

“Jika kabane muncul, kau harus mengusir mereka kalau tidak maka kau yang akan mati pertama.

Selesai, dua Ksatria itu pergi melakukan kegiatan mereka sendiri, tanpa memperhatikan Fang Li lagi.

Sembari Melihat dua Ksatria tadi perlahan pergi menjauh, Fang Li juga merasa sedikit tidak berdaya.

“Tak kusangka, mereka bahkan tidak memberiku pistol uap?”

“Jika aku tak memiliki senjata uap, bagaimana caranya aku akan berjaga?”

“Jika ada Kabane yang memanjat tembok, jangan bilang kalau aku harus lompat untuk bertarung dengan mereka?”

“Jadi, sejak awal para Ksatria itu tidak punya harapan padaku?”

Ini masalah biasa.

Meskipun Dimensi dewa utama memberi pengaturan identitas untuk utusan mereka, tetapi pada akhirnya itu hanya identitas yang paling dasar.

Kalau tidak begitu, para Utusan Dewa Utama mungkin hanya akan mengandalkan keunggulan identitas mereka untuk menghadapi masalah dan menuai hasilnya.

Oleh karena itu, identitas yang diatur oleh Dimensi Dewa Utama hanya akan membuat keberadaan Utusan Dewa Utama di dunia ini senormal mungkin dan tidak menyimpang dari kondisi yang ada, terlepas dari masalah ini, semuanya benar benar daibaikan.

Mengingat hal ini, Fang Li sebagai seorang pengembara asing, tak mungkin baginya utnuk mendapatkan kepercayaan dari para Ksatria yang hanya memikirkan keselamatan mereka sendiri, apalagi mendapatkan senjata.

untuk menyelesaikan tugas, untuk menyelamatkan nyawa, mereka hanya bisa bergantung pada diri mereka sendiri.

Dimensi dewa utama memberikan 1000 poin penukaran dengan lima poin statistik gratis untuk saat ini.

Utusan Dewa Utama hanya menggunakan sumber daya mereka sendiri dan hanya menggunakan kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas utama disetiap dunia duplikat, terima imbalan dan dapatkan apa yang kau inginkan.

Jika aku hanya akan mengandalkan plot untuk bantuan dan perlindungan, maka sudah pasti hasil akhirnya hanyalah jalan buntu.

“Bahkan jika kau mengubah seseorang, aku takut itu akan berdampak terhadap situasi kedepannya, ini terasa sangat sulit, kan?”

Sekalipun ada Dimensi yang memberi 1000 poin penukaran dengan lima poin atribut gratis, untuk berurusan dengan Kabane itu bukanlah hal yang mudah.

Lagi pula, berurusan dengan Kabane jika jantungnya tidak dilubangi, maka ia tidak akan mati.

Namun, di jantung Kabane, ada pelindung seperti membran berlapis baja, bahkan senapan uap tidak dapat membunuhnya.

Tanpa  keahlian, peralatan bertingkat yang tidak dapat dibeli oleh para pemula, Apakah mungkin untuk membunuhnya?

“Sayangnya, Dimensi ini sepertinya tidak memungkinkan orang untuk hidup terlalu biasa …” Bagaimana mengatakannya, Fang Li hanya bisa menggunakan kartu asnya untuk berurusan dengan Kabane.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded