Illimitable Until Death Chapter 003 bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 3: Dunia Yang Bisa Runtuh Kapan Saja

Ketika informasi Dunia Duplikat sepenuhnya ditransfer, Fang Li hanya merasa bahwa seluruh tubuhya tiba-tiba seperti dilemparkan ke udara, penglihatannya mulai berputar putar dan menjadi kabur/buram.

Tidak punya waktu untuk terkejut, Fang Li merasakan pusing yang berasal dari putaran yang tidak masuk akal.

Perasaan semacam itu bukan sesuatu menyenangkan, itu seperti perasaan yang sama yang datang dari berputar di tempat yang sama sebanyak 100 kali, yang membuat kepala menjadi kacau.

ketika perasaan ini mulai memudar dan menghilang, tiba tiba Fang Li merasa seperti dihempaskan ke bumi, dan kemudian penglihatannya sedikit demi sedikit mulai menjadi jelas dan akhirnya pulih.

Hingga saat ini, Fang Li baru mulai mengetahui lokasinya berada di sebuah ruangan rumah yang sangat tua.

Gaya rumah tampaknya berasal dari Jepang, meskipun tidak ada tatami, tetapi memiliki papan kayu sebagai lantainya.

Dan di tengah papan ada ruang kecil yang berisikan batu bara yang berfungsi sebagai penghangat ruangan.

batu bara tersebut perlahan-lahan terbakar oleh nyala api, ada panci besi yang tergantung di atas, panci yang mendidihkan air yang direbus, penuh dengan suasana kehidupan zaman Edo.

Sayangnya, Fang Li tidak bisa memahami perasaan ini.

Bukan karena ada yang kurang pada perasaan Fang Li.

Tapi karena satu alasan.

Itu karena semua yang dilihat Fang Li terhalau oleh garis-garis retakan yang beterbangan.

Garis garis ini Nampak biasa selayaknya coretan coretan yang dibuat oleh anak anak.

Nampak retakan di dinding.

Nampak retakan di tanah.

Nampak retakan pada langit-langit.

Bahkan disekitar tempat memasak air tadi juga kini dikelilingi oleh garis garis itu.

“Baiklah…”

“Ueghhh…. Fang Li tiba-tiba merasa ingin muntah”

Pada saat ini, dalam Pandangan Fang Li, seluruh dunia tampak kacau dan berantakan, seakan bisa hancur kapan saja.

Dalam keadaan itu, bagaimanakah perasaan Fang Li?

Sangat sederhana.

Bayangkan saja Anda berada di lift beberapa ratus meter di atas tanah, dan lift ini secara perlahan terlihat seperti akan jatuh, ruangan tempatmu berdiri mulai turun sedikit demi sedikit, dan itu bisa jatuh kapan saja, dan situasi ini menjadi makin parah ditiap detiknya.

(TLnote: Jika Anda ingin membayangkannya, coba tonton Final Destination)

Dunia itu seakan dapat hancur kapan saja, setiap hal di dunia akan menghadapi akhir hidupnya, dan mereka hidup di dunia yang tampaknya akan runtuh dan hancur berkeping-keping didetik berikutnya, dengan memikirkannya saja dapat membuatmu menjadi gila.

Dan Fang Li, sekarang hidup di dunia yang seperti itu, seolah-olah dia hanya perlu menyentuh garis itu satu kali dan dunia akan hancur.

“Pantas saja, Shiki Ryougi dan Shiki Tohno tidak tahan dengan situasi seperti ini.”

Lagi pula, siapa yang mau hidup di dunia yang berantakan seperti ini, dimana kau hanya perlu menyentuhnya untuk menghancurkannya.

Berdiri di tepi tebing saja sudah dapat membuat seseorang merasakan rasa takut yang teramat besar. apalagi berdiri di dunia yang bisa hancur setiap saat.

Ilusi semacam itu, cukup untuk membuat orang normal, hidup seperti disiksa hingga menjadi orang gila.

“Hmmm…. menarik, entah kenapa aku tidak memiliki perasaan seperti itu.”

(TLn:” Yang Fang Li maksudkan disini adalah dia tidak memiliki perasaan seakan menjadi gila dikarenakan situasinya saat ini”)

“Apakah Dunia memang bisa runtuh kapan saja dan di mana saja?”

“Itu tidak masalah.”

“Karena, jika hal semacam itu benar-benar terjadi, itu berarti dunia akan menghadapi akhir masa hidupnya, itu hanya kematian.”

———— [Kematian].

Hanya terhadap konsep ini, dimana Fang Li tidak dapat menghasilkan emosi apa pun.

Sekalipun “Dunia” mati, pikirannya tetap sama.

Namun, melihat dunia di mana segala sesuatu tampak seperti pecahan yang disatukan, benar-benar membuat orang tidak nyaman.

“Tapi Karena itu adalah kemampuan bakatku, maka seharusnya aku bisa melakukannya?”

Dengan pemikiran seperti itu, Fang Li perlahan menutup matanya, hanya dengan satu pikiran dibenaknya.

“mata tertutuplah. ”

Orang-orang yang memiliki Pandangan Gaib Mata Kematian hanya dua orang yaitu Shiki Ryougi dan Shiki Tohno.

Namun, situasi mereka sangat berbeda.

Shiki Ryougi menggunakan sebagian waktunya untuk beradaptasi dan diikuti dengan beberapa bimbingan setelahnya, membuatnya dapat menggunakan Pandangan gaib mata kematian sesuka hati.

Shiki Tohno tidak memiliki cara untuk menutupnya tanpa kacamatanya yang memiliki kemampuan untuk menyegel kemampuan mata Magis.

Fang Li mencoba melakukan hal yang sama seperti apa yang Shiki Ryougi lakukan.

 Dan Hasilnya memuaskan.

Ketika Fang Li sekali lagi membuka matanya, dunia dihadapannya telah kembali ke keadaan semula.

Tanpa bercerminpun, Fang Li juga tahu, bahwa simbol “kematian” warna Biru pada matanyapun telah menghilang.

“Mataku kembali ke warna gelap yang asli, kan?”

“Sepertinya sifat Pandangan Gaib Mata Kematian milikku mirip dengan milik Shiki Ryougi, dan sedikit berbeda dari Shiki Tohno.”

Ketika Fang Li tengah memikirkan hal itu, pintu tiba-tiba terdorong dari luar.

“Hey! orang luar, kenapa kamu masih di sini?”

Dua orang yang mengenakan pakaian Ksatria dengan katana yang tergantung di pinggangnya masuk dari pintu tersebut.

“————!”

Fang Li dengan sigap memasang kuda kuda.

Dan kedua Ksatria itu tidak terlihat memiliki pandangan yang sama seperti Fang Li, Mereka menatap Fang Li.

“Tak kusangka.., kau pikir kau masih punya waktu untuk malas-malasan di sini?”

“Kenapa kamu tidak cepat cepat pergi ke gerbang kota, kau sudah tak ingin makan lagi atau bagaimana?”

Dalam rangka untuk membiarkan Utusan Dewa Utama masuk ke Dunia Duplikat tanpa terasa aneh bagi orang-orang di Dunia Duplikat, ketika memasuki Dunia Duplikat, Dimensi Dewa Utama akan menyiapkan identitas dasar untuk para utusan.

Tentu saja, hanya identitas paling dasar, seperti penduduk kota tertentu, atau tingkat pekerja kantor tertentu.

Dan Kali ini, untuk membantu Fang Li Dimensi Dewa Utama  menyiapkan identitas sebagai pengembara yang tiba di tempat ini dari luar, karena tidak ada cara lain untuk mendapatkan makanan dan pakaian, para ksatria pergi bekerja dengan imbalan yang diberikan tiga kali sehari.

Dan jelas, pekerjaan hari ini adalah menjaga gerbang kota.

“Menjaga gerbang kota?” Tanya Fang li sedikit kebingungan, lalu terdiam beberapa saat, kemudian ia berkata, “Dengan kata lain, kita dapat bertemu Kabane?”

Tiba tiba suasana di sekitarnya berubah.

Ekspresi kedua Ksatria itu menjadi sedikit Tegang, kemudian, mata mereka yang menatap Fang Li berubah menjadi tatapan tajam.

Keadaan itu, hanya dapat terlihat mengarah ke suatu situasi dimana.

Ketika seseorang dipaksa keujung tebing, menghadapi situasi yang buruk orang akan mulai menjadi histeris.

Perkataan Fang Li yang menyebut kata “Kabane”, memberi para Ksatria itu dampak besar dalam pikiran mereka.

kemudian, Fang Li mulai mencoba untuk menggali kembali ingatannya tentang dunia ini.

“Kabaneri dari Benteng Besi”.

Ini adalah dunia dengan latar belakang pulau Hinomoto setelah tahun 1860-an.

Di era ini, revolusi industri telah dimulai, dan berangsur-angsur mempengaruhi dunia, sehingga dunia dalam masa revolusi industri yang mana menjadi landasan untuk dunia modern yang akan datang.

Namun, pada saat ini, sebuah monster muncul.

———— Kabane.

Seseorang yang seharusnya sudah mati hidup kembali dan menjadi ganas, kemudian tiba-tiba menjadi monster yang haus darah.

Dengan kata lain, ini adalah apa yang disebut zombie, hampir mirip seperti vampir Cina.

Tapi monster ini berbeda dari zombie biasa dan vampir Cina.

Kemampuan fisik mereka luar biasa tinggi, dan juga kemampuan regenerasi mereka luar biasa, selama jantung mereka tidak cedera hingga tembus, pada dasarnya mereka tidak akan mati.

Namun, jantung mereka memiliki lapisan selaput kulit yang melindunginya.

Lapisan selaput kulit itu, sekeras baja, pada dasarnya itu bukan sesuatu yang mudah hancur

Dalam keadaan seperti itu, monster mayat hidup yang keras ini mengandalkan sifat ganasnya yang mengerikan, mengikuti hasrat mereka akan darah, untuk menyerang seluruh dunia manusia.

Begitu mereka menggigit, korbannya akan terinfeksi, dan lambat laun menjadi monster yang sama.

Manusia menyebut monster-monster ini sebagai ———— Kabane.

Untuk melawan ancaman Kabane, shogun di semua wilayah membangun benteng pertahanan yang dibuat dari baja dan menyebutnya sebagai Stasiun untuk melindungi umat manusia yang tersisa.

Saat ini, Fang Li berada di Stasiun Aragane tempat yang disebutkan dalam tugas utamanya. dan juga benteng kota yang muncul di awal karya aslinya.

Namun, sedikit informasi ini tidak dapat membuat Fang Li merasa santai.

Karena semua orang yang telah mengetahui cerita aslinya tahu bahwa para kabane tidak butuh waktu lama untuk menjatuhkan dan menguasai stasiun aragane.

Pada saat itu, Fang Li akan menghadapi sekelompok monster kanibal, dan melawan monster itu.

Memikirkan hal ini, Fang Li meraih belati di pinggangnya, dan muncul percikan warna biru pada mata gelapnya

“monster mayat hidup …?”

“Monster semacam ini, untuk menghadapi mereka dengan mengandalkan belati yang sangat biasa ini hanyalah sebuah angan-angan, kan?”

“Tapi …”

“Pada akhirnya, benarkah itu mayat “hidup”, biarkan aku menggunakan sepasang mata ini untuk mengkonfirmasinya …”

=================================================

Tidak ada di dunia ini yang dapat mengganggumu seperti pikiranmu sendiri, aku memberitahumu.

Bahkan, orang lain yang tampak mengganggumu, tetapi itu bukan orang lain,

Itu pikiranmu sendiri.

 -Sri Sri Ravi Shanker

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded