Maou-sama no Machizukuri! ~Saikyou no Danjon wa Kindai Toshi~ Prolog

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
Prolog – The 300th Demon King
 
Aku terbangun di sebuah ruangan yang dimana hanya diterangi pencahayaan lilin remang-remang. Ketika aku melihat ke bawah, ada formasi sihir yang bersinar dengan cahaya putih kebiruan.
 
“Dimana aku? Tempat apa ini?”
 
Aku menegakkan tubuhku, dan melihat-lihat keadaan kesekitar. Aku belum pernah melihat ruangan seperti ini sebelumnya. Apa yang terjadi dan tempat apa ini.
 
“Siapa aku?”
 
Gumamku pada diriku sendiri karena aku tidak ingat apa-apa. Aku bahkan tidak tahu namaku. Aku pun kembali mencoba untuk mengingatnya. Namun, tetap saja aku tidak ingat apa-apa.
 
Aku gelisah. Aku cemas, Aku benar-benar tidak tahan. Di saat seperti itu, aku mendengar sebuah suara berirama bernada tinggi jauh di depanku.
 
Ketika aku memfokuskan pandanganku pada suara itu, aku melihat ada seorang wanita di sana. Dia benar-benar sangat cantik. Kulitnya coklat, berambut putih, serta memiliki telinga dan ekor serigala. Bukan hanya cantik tetapi juga sangat mempesona. Aku benar-benar terpukau. Sungguh menakjubkan.
 
“Akhirnya, kau terlahir. Aku bosan menunggu.”
 
Itu adalah perkataan yang singkat. Namun, terdapat sukacita di dalamnya. Ada kepasrahan. Ada pula keirian. Setiap emosi mungkin terdapat di dalam perkataan itu.
 
Aku membuka mulutku ketika sedang terpesona olehnya.
 
“Katakan, siapa kau? Di mana ini? Siapa aku?”
 
Setelah mendengar pertanyaanku, wanita serigala cantik itu tersenyum lemah.
Dan kemudian, dia mulai berbicara.
 
“Aku adalah Demon kingBeast, Marchosias. Karena kau spesial, jadi kau dapat memanggilku March.”
“March….., March, apakah kau tahu siapa aku?”
 
“Tentu saja, aku tahu. Kau adalah Demon King yang baru lahir. Kau seorang Demon King sama sepertiku.”
 
Bayangan March mulai mengembang dan dari sana, serigala berbulu
biru muncul. Melompat keluar dari bayang-bayang dirinya dan melompat ke depan.
 
“Iblis Ranking D, Garm. Ini merupakan Iblis yang kejam yang dapat membunuh manusia biasa dalam sekejap mata dengan gigitannya. Sekarang, apa yang akan kau lakukan?”
 
Aku membuka mata lebar-lebar. Serigala biru itu membuka mulutnya lebar-lebar. Tentu, aku memutuskan untuk melarikan diri. Aku ingin melarikan diri, namun, kakiku gemetar dan tidak dapat bergerak. Serigala biru itu terus memperpendek jarak denganku.
 
“Hiii-“
 
Aku memutar untuk menghindari terkapan dari serigala biru itu. Tubuh serigala biru itu hanya lewat di depan mataku. Sebelum melewatiku, aku mendengar sebuah suara melengking. Itu adalah suara antara gigi yang beradu. Jika aku tidak menghindarinya, gigi-gigi yang tajam itu akan benar-benar menembus dagingku.
 
Serigala biru berbalik, menambil ancang-ancang, dan melompat kembali kearahku. Aku jatuh telentang dan tidak bisa bangun. Jika terus berlanjut seperti ini, aku pasti akan mati. Serigala itu bergegas ke arahku sambil meneteskan air liurnya.
 
Aku akan mati. Tidak, aku masih belum ingin mati. Aku tidak akan mati. Apakah tidak ada sesuatu, apa
yang harus aku lakukan? Sebuah kata-kata terlintas di pikiranku. Aku berpegang teguh pada kata itu dan mulai mengatakankannya.
 
Creation
 
Kataku dengan tidak sadar. Aku menggunakan kekuatanku. Partikel cahaya mulai berkumpul di
tanganku, dan kemudian pistol jenis “Quartz 19” muncul….
Pistol otomatis dengan penjualan terbanyak yang dikembangkan oleh produsen senjata di Austria. Pistol ini sangat handal meskipun kecil, dan kapasitas amunisi nya juga banyak.
 
Aku mulai merasa aneh saat memegang Pistol itu di tanganku. Meskipun aku tidak ingat apa-apa, aku merasa seperti nostalgia. Saat ketika aku memegang pistolnya, aku merasa tenang. Waktu seakan menjadi lambat. Hatiku mulai bersemangat, tapi pikiranku tetap tenang. Ini mungkin adalah hal yang biasa. Aku hanya perlu menghilangkan ancaman di depan mataku.
 
Serigala biru itu melompat kearahku, aku menatapnya dan mulai membidik. Dan kemudian, aku dengan cepat menembaknya tiga kali. Peluru itu menembus di tengah dahinya; serigala biru itu membalik, melemah di tanah dan menjerit.
 
“Kiyaun, Kyan, Kyan”
 
Aku terkejut. Serigala biru yang menerima peluru tepat di tengah dahinya masih hidup. Ia cemberut padaku sambil masih mengeluarkan darah di dahinya.
 
Aku berdiri dan mulai mendekatinya dengan hati-hati. Aku melanjutkan menembak sambil melihat ke bawah kearah serigala biru itu. Aku menembak kepalanya terus-menerus. Quartz 19 memiliki kapasitas 15 putaran. Ketika aku selesai menembak, serigala biru itu sudah tidak bergerak walau seinci, sebelum berubah menjadi partikel biru dan menghilang.
 
“Haa… ..Haa… ..Haa”
 
Ketika ancaman di depan mataku telah menghilang, rasa takut tiba-tiba kembali menghampiriku.
Gigiku gemerlatuk.
 
Sebenarnya siapa aku? Bagaimana aku bisa melakukan hal-hal seperti itu?
 
Jawaban atas pertanyaan itu tiba-tiba terlintas di benakku.
[Unique Skill:【Creationtelah digunakan. Mampu mewujudkan apa pun yang ada di memorimu. Namun,
dengan kekuatan sihirmu saat ini, memanggil makhluk hidup tidak memungkinkan. Konsumsi MP 1/10.]
Skill unik, apa itu?
 
“Pertama-tama, aku mengucapkan selamat atas kelulusanmu. Kau telah mampu membangkitkan kekuatanmu. Aku menyambut atas kelahiran Demon King baru.”
 
“Demon King?”
 
“Itu benar, Demon King. Kau akan membuat Devils dan Demon baru serta dapat mengendalikan mereka, yang akan membangun dan memerintah Dungeon kedengkian, eksistensi yang telah dipilih untuk memiliki skill unik yang luar biasa, 300 Demon King baru, yang telah lahir kedunia ini.”
 
Demon King, itulah diriku yang saat ini. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat aku percaya.
 
“Kau tidak perlu menunjukkan wajah gelisah seperti itu. Sampai kau dapat menjadi mandiri dalam satu tahun ini, aku akan menjadi “orang tua” mu. Aku akan mengajarkanmu apa-apa yang perlu kau ketahui untuk menjadi Demon King.”
 
Wanita di depanku tersenyum, kehidupan baru ku yang telah kehilangan ingatanku kini telah dimulai.
 
Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded