Saga Of Tanya The Evil Volume 1 Chapter 2 Part 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Divisi Teknologi, Pusat Suplai dan Logistik Angkatan Bersenjata Kerajaan

~~~***~~~

Sebuah amplop berisi sebuah surat resmi permohonan pemindah tugasan tiba di Kantor Pusat Suplai dan Logistik Angkatan Bersenjata Kerajaan. Isinya adalah surat permohonan resmi pemindah tugasan dari Letnan Dua Penyihir Tanya Degurechaff beserta penjelasan pendukung yang sangat detail. Sebagai bagian dari birokrasi yang sangat terstruktur, Divisi Teknologi Kantor Pusat Suplai dan Logistik harus menerima dan memproses surat resmi apapun itu bentuknya.

Semua orang yang membaca suratnya paham betapa inginnya Tanya untuk segera dipindah tugaskan. Bayangkan saja, ini adalah permohonan pemindah tugasan Tanya yang keempat kalinya bila permohonan lisannya juga dihitung.

Permohonan informal Tanya yang sebelum hanyalah permohonan lisan tanpa disertai berkas-berkas yang mendukung, sehingga para staff hanya sekadar menenangkannya. Namun setiap kali ia melakukan permohonan, ia nampak semakin serius dan bahkan mulai mengumpulkan bukti yang mendukung. Dan akhirnya, tibalah surat permohonan pemindah tugasan formal ini beserta semua berkas pendukung. Akhirnya, ketika membaca berkas-berkas dari seorang Letnan Dua Penyihir Tanya Degurechaff tersebut, jajaran staff manajerial Kantor Pusat Suplai dan Logistik merasa dunia seakan kiamat.

“Jadi apa yang harus kita lakukan? Kau tahu, ini semua surat-surat resmi. Haruskah kita mengabulkan permohonannya?”

Tanya sudah lama menahan-nahan dirinya, namun ketika surat ini tiba, nampaknya ia sudah kehabisan kesabarannya.

Sebenarnya, ada informasi dari Personalia bahwa ada posisi kosong di wilayah Utara, namun itu berarti sekali lagi mereka mengirim anak-anak ke medan pertempuran tanpa memandang dampak politisnya. Lagi pula, mudah-mudah saja bagi pihak Suplai dan Logistik untuk memindahkan Tanya ke posisi manapun, akan tetapi ia terlalu berharga di posisinya sekarang apabila ia harus dipindah tugaskan.

“Itu masalahnya. Ia adalah satu-satunya yang mampu memenuhi standar Doctor Schugel.”

Doctor von Schugel adalah orang yang luar biasa dalam mengerjakan tugasnya berbekal kecerdasannya. Dengan tugasnya untuk mengembangkan senjata generasi terbaru, ia selalu bisa memenuhi tuntutan Divisi Teknologi meskipun tuntutan mereka sangat tinggi (atau lebih tepatnya, tidak masuk akal).

“Benar. Tidakkah kita juga perlu melihat bahwa percobaan Doctor Schugel mungkin akan segera berhasil?”

Kejeniusannya terkenal di seantero Kerajaan, dan ialah yang telah merintis kemajuan di bidang teknologi sihir dengan ketekunannya dalam melakukan penelitian. Meskipun teknologi sihir telah mendapatkan tempatnya sebagai salah satu cabang sains, masih banyak hal yang masih belum dapat dijelaskan dalam ilmu sihir. Di sinilah Doctor von Schugel berjasa besar dengan menemukan berbagai fondasi pemahaman yang kuat dan terus mengembangkannya hingga mampu menemukan terobosan-terobosan baru.

Melihat caranya meneliti tersebut, mereka dapat menganggap hasil uji coba-uji coba terhadap Tipe 95 selama ini telah menunjukkan perkembangan besar. Akan tetapi, perkembangan tersebut hanya berlaku dalam sisi penelitian. Terobosan-terobosan teoritis mungkin cukup bagi sebuah institusi peneliatan, namun Suplai dan Logistik menginginkan sebuah produk yang mampu bertahan dalam situasi militer. Oleh karena itulah mereka perlu memberikan penilaian yang lebih menyeluruh.

“Sebaliknya, meskipun ia mampu mengendalikan prototipe Orbs Tipe 95, sungguh amat disayangkan kalau kita menghancurkan dirinya dengan terus memaksanya bekerja di sana.”

“Kita harus melihat konsekuensi jangka panjangnya. Seorang penguji seperti dirinya tidak akan pernah tergantikan.”

Suara-suara yang menunjukkan kekhawatiran akan masa depan Tanya mulai bermunculan. Sebenarnya, persaingan antara negara dalam bidang teknologi militer begitu ketat, sehingga meskipun jarang sebuah negara mengorbankan bakat-bakat terbaik mereka demi sebuah penelitian, namun pengorbanan seperti itu sungguh terjadi.

Riset senjata memiliki jadwal yang begitu padat karena alasan pertahanan negara. Hal ini mengakibatkan sering terjadi kecelakaan karena faktor kelelahan. Akibatnya, banyak orang yang meninggal dalam sebuah riset senjata.

“Itu benar. Jika kita melihat konsekuensi jangka panjangnya, menemukan, mengembangkan, dan memberikan posisi penting bagi penyihir-penyihir berbakat juga merupakan salah satu fokus Kerajaan.”

“Dan kalau saya boleh menambahkan… Saya sadar umurnya bukanlah faktor penting, namun tak peduli betapa berbakatnya dirinya, ia masihlah seorang anak-anak. Sakit rasanya hati saya kalau harus membiarkan dirinya terus menjadi kelinci percobaan Doctor von Schugel.”

Bagi angkatan laut dan angkatan udara penyihir Kerajaan (yang sama-sama punya beban tuntutan yang berat), seorang tentara yang berbakat sangatlah berharga. Padahal bagi kebanyakan orang agar bisa menjadi tentara yang punya skill tinggi mereka harus disiplin berlatih dalam waktu yang sangat lama. Kerajaan dapat saja dengan mudah memproduksi orbs dan kapal perang dalam jumlah besar, namun bukanlah hal yang mudah untuk mampu menemukan dan mengasah tentara-tentara berskill tinggi untuk menjadi anggota elit militer.

Dengan pandangan ini, Tanya tidak hanya menjadi penyihir termuda di Kerajaan, namun ia juga menjadi satu-satunya lulusan akademi yang sudah punya pengalaman berperang yang luar biasa. Semua ini membuatnya menjadi aset yang sangat berharga bagi Kerajaan. Ditambah lagi, Pabrik Elinium bukanlah satu-satunya pabrik yang diserahi tugas untuk mengembangkan senjata generasi baru bagi Kerajaan. Hal ini menyebabkan situasi politis yang problematis. Semuanya berusaha menghindari serangan media kalau sampai mereka membiarkan seorang anak penerima Satya Lencana Tempur Sayap Perak tewas dalam penugasan.

Terlebih lagi, Tanya masih terlalu muda di mata banyak orang. Bahkan jika orang tak memandangnya sebagai anak kecil, tetap saja terbuka kemungkinan besar bahwa kemampuannya akan meningkat pesat seiring berjalannya waktu. Skill yang telah ia tunjukkan selama ini sudah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa ia punya masa depan yang cemerlang di dunia militer. Kalau ada orang yang ditanya apakah ia akan menempatkannya di posisi yang berbahaya, jawabannya pastilah tidak akan.

Para jenderal mungkin akan mengizinkan Tanya untuk dipindah tugaskan untuk sementara waktu, namun mereka memberi pesan tersirat yang sangat jelas dengan menunjuk Tanya sebagai instruktur: Kalian bebas menugaskan ia kesana-kemari, tapi tolong bawa ia kembali hidup-hidup.

“Tapi, yang membuat kita kesulitan adalah karena Orbs Tipe 95 terlalu menjanjikan untuk dilepas begitu saja!” Celetuk salah seorang peserta rapat sembari menahan kepalanya dengan kedua tangannya, mewakili suasana para peserta rapat.

“Benar, dan sudah terlihat perkembangannya. Riset teknologi militer bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.”

Riset teknologi militer memang mampu menjanjikan hasil yang luar biasa besar sampai-sampai militer Kerajaan rela menoleransi risiko yang cenderung tinggi. Itulah mengapa Kerajaan rela mengguyur banyak dana bagi perkembangan Orbs Tipe 95 seperti menuangkan air saja. Dan setelah menanamkan uang dalam jumlah yang sangat besar, mereka akhirnya mulai melihat perkembangannya.

Dalam teknologi militer, Kerajaanlah juaranya. Pilar utama perkembangan teknologi mereka adalah riset-riset revolusioner dalam teknologi sihir. Potensi tersebut jelas-jelas memiliki implikasinya. Bila hasil yang diberikan sangat besar, tidakkah dana yang sebegitu besar memang layak untuk dikerahkan? Mereka sudah punya bukti adanya kemungkinan penerapan konsep teknologi sinkronisasi orbs multi mesin. Dengan itu saja, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk meningkatkan kemampuan bertarung para penyihir menjadi berkali-kali lipat.

“Saya mengakui luar biasanya sinkronisasi orbs 4 mesin, namun kita belum mampu menerapkannya secara sempurna!”

Sebenarnya, pihak yang menentangnya pun mengakui betapa luar biasanya dampak proyek Orbs Tipe 95 bagi perkembangan teknologi Kerajaan. Mereka mengakui betapa revolusionernya teknologi yang diusung. Mereka juga tidak menyangkal betapa besar harapan Kerajaan akan perkembangan teknologi sihir. Namun bagi mereka, ada beberapa aspek tertentu yang menyebabkan pengembangan Orbs Tipe 95 menjadi terlalu mahal.

Lagi pula, terlepas dari nilai teoritisnya, laporan dari hasil uji coba mengatakan bahwa orbs tersebut sangat problematis untuk benar-benar digunakan. Dan selain itu, orbs ini menggunakan terlalu banyak mekanisme revolusioner yang bahkan tidak hanya mampu disebut “senjata generasi baru” namun juga “senjata dari masa depan”. Dan ketika teknologi macam ini berusaha diterapkan, banyak sekali kesulitan ditemui.

Inilah yang menyebabkan mereka berdebat tiada henti.

Dan yang pada akhirnya mampu menghentikan perdebatan mereka adalah pertimbangan dari sebuah laporan.

“Apakah kalian sudah membaca laporan uji coba? Analisis dari Letnan Tanya nampaknya sungguh berharga. Lihat, di sana tertulis, tak peduli berapa banyak manna yang kalian miliki, itu masih tak akan cukup untuk bisa menjalankan orbs ini dalam waktu yang lama.”

Laporan uji coba Orbs Tipe 95 menunjukkan kemampuan anilisis yang luar biasa mendalam yang nampak didukung oleh segudang pengalaman. Para perwira merasa kaget ada anak usia 10 tahun yang mampu membuat tulisan seperti itu. Beberapa orang bahkan mempertanyakan apakah memang benar Tanya yang menulis itu semua.

Isinya sungguh tajam dan kritis. Dan sejauh yang mereka ketahui, Tanya sendirilah yang menulisnya. Dalam usia yang masing sangat belia (10 tahun), Tanya sebenarnya masih terlalu kecil untuk masuk sekolah militer, namun ia sudah memiliki manna sebesar orang dewasa pada umumnya. Dengan bakat dan besarnya manna yang ia miliki, masa depannya sungguh menjanjikan. Akan tetapi, bahkan seorang penyihir yang sangat berbakat seperti Tanya sekalipun putus asa dalam tugasnya menguji prototipe orbs satu ini.

“Jangkauannya, tambahan kekuatannya, dan kemampuan orbs ini untuk menjalankan berbagai formula sekaligus adalah perkembangan yang luar biasa. Namun, itu semua sia-sia jika tidak dapat digunakan dalam pertempuran untuk waktu yang lama.”

Konsumsi manna yang terlalu besar yang menyebabkan singkatnya seseorang mampu bertahan dalam menggunakannya sungguh sebuah cacat yang besar bagi orbs bermesin inti 4. Mungkin 4 inti itu memang bisa meningkatkan kekuatan secara signifikan, namun tetap saja sia-sia jika durasi penggunaannya menjadi terlalu singkat.

Bisa dibilang, sebuah evaluasi yang sehat sedang terjadi sekarang ini. Yang membuat sebuah inspeksi teknologi penting adalah untuk mengetahui kelemahan sebuah perlengkapan canggih seperti ini. Dan dengan demikian, bila masalahnya adalah konsumsi manna yang terlalu berlebih untuk menghidupkan 4 mesin inti orbs, tidak ada lagi yang bisa dilakukan.

“Sejak awal, tujuan kita adalah menguji teknologi mutakhir. Ini semua masih dalam batas yang wajar.”

Bagi pihak pro-pengembang, mereka memang mengakui adanya kelemahan dari sisi daya tahan. Akan tetapi, bagi mereka itu bukanlah hal yang penting selama tujuan mereka adalah menguji coba suatu konsep. Para insinyur dalam pihak tersebut merasa daya tahan dalam penggunaan bukanlah hal yang penting.

Kompetisi teknologi antar negara superpower begitu memanas sampai-sampai jauh di dalam lubuk hati terdalam semua orang terdapat sebuah harapan bahwa prototipe Tipe 95 bisa mengamankan superioritas teknologi bagi Kerajaan. Jika menjadi yang terbelakang akan membawa bahaya yang besar sedangkan memegang kepemimpinan dalam teknologi akan memberikan keuntungan yang besar, mereka akan terus berusaha memacu penilitian teknologi mutakhir. Jika mereka bicara soal potensi, mereka pasti rela membayar semua biaya yang dibutuhkan untuk terus mengembangkan prototipe Tipe 95.

“Itu dari sisi teknologi, akan tetapi kita tetap tidak boleh main-main dengan para tentara.”

Nyatanya, hanya para insinyur dan peneliti yang merasakan antusiasme macam itu terhadap Tipe 95. Para tentara, yang sudah merasakan berbagai macam senjata dan tidak segan-segan bermain kasar dengan senjatanya, punya pandangannya sendiri. Apalagi, biaya orbs komputasi yang biasa mereka pakai saat ini sudah sama mahalnya dengan senjata termahal dan terkuat milik mereka. Ditambah lagi, prototipe satu ini sudah berkali-kali rusak dan bahkan meledak sejak tahap awal pembuatannya.

Pengembangan Tipe 95 yang lebih jauh akan memakan biaya yang tidak masuk akal besarnya, dan pihak militer sudah mulai berpikir-pikir bila harus terus berinvestasi dalam proyek ini. Kalau mereka mengalihkan uang mereka untuk hal yang lain, bukankah pengeluaran mereka masih akan sama-sama menguntungkan? Pertimbangan tersebut sungguh masuk akal. Kerajaan memang sebuah negara superpower dengan biaya militer yang tidak kecil, namun, tetap saja masih ada batasnya. Dan sejak adanya keterbatasan dana, efisiensi dalam bidang militer sangat diperlukan.

“Bagaimana dengan potensi untuk mengkonversi manna lalu menyimpannya dalam suatu wadah? Bukankah itu lebih dari cukup untuk terus melanjutkan proyek ini?”

“Apakah anda ingin memintanya untuk belajar ilmu alkemis? Kita tidak dapat terus-terusan menghabiskan sumber daya manusia dan dana kita seperti ini.”

Mereka masih belum mampu menemukan kesepahaman akan adanya kemungkinan untuk menyimpan manna dalam suatu wadah. Secara teori, itu adalah hal yang masuk akal. Bahkan Dr. Schugel mengakui konsumsi manna yang terlalu besar dari sebuah orbs dapat menghambat penggunaannya dalam pertempuran yang lama. Dan sebagai jawabannya, ia menemukan bahwa jika ia mampu menyimpan manna seperti halnya menyimpan energi listrik dalam sebuah baterai, semua masalahnya terkait manna akan teratasi. Sudah banyak orang yang berjuang membuat terobosan untuk menyimpan manna dalam sebuah baterai namun tidak ada yang mampu mewujudkan hal mustahil tersebut.

Dengan mengoptimalkan penggunaan manna melalui sebuah orb, seorang penyihir mampu merekayasa fenomena-fenomena alam sesuai keinginan mereka. Inilah dasar dari formula yang digunakan oleh semua penyihir.

Biasanya, sihir yang dilakukan oleh penyihir bersifat sementara. Misalnya, ada penyihir yang ingin membuat sebuah ledakan, maka terciptalah ledakan. Tidak hanya ledakan itu sendiri bersifat sementara, namun juga manna yang digunakan untuk membuat ledakan tadi akan menghilang, sehingga mustahil untuk menyimpan manna dalam sebuah wadah. Kalaupun mungkin, para penyihir dari dulu pasti tidak akan kesulitan menyalurkan manna mereka dan menyimpannya dalam sebuah wadah.

Konsep ini sudah lama muncul segera setelah orbs komputasi pertama diciptakan. Namun setiap kali seseorang berusaha menyimpan manna dengan menggunakan sihir, hanya kegagalan demi kegagalan yang ditemui.

Meskipun para peneliti masih optimis, sudah ada segunung laporan riset terdahulu yang berujung pada kegagalan. Negara-negara superpower yang dulu berusaha dengan sungguh-sungguh menelitinya kini sudah meninggalkannya.

Dengan merekayasa fenomena alam menggunakan manna seseorang, sebuah fenomena ataupun objek dapat tercipta. Kedengarannya mudah, namun meminta seorang penyihir untuk benar-benar melakukannya sama artinya meminta mereka untuk mematahkan hukum alam dan hukum fisika. Dari sini, ia harus menelusuri dunia alkemis dari cerita-cerita legenda.

Dengan kata lain, usaha tersebut sungguh terlalu mengada-ada, setidaknya bagi para tentara yang realistis. Di mata mereka, optimisme berlebihan terhadap teknologi baru ini sangatlah meragukan. Teorinya sendiri sudah terlalu lama hanya menjadi sebatas teori.

Mematahkan hukum alam sambil terus mempertahankannya membutuhkan manna yang sangat besar. Dan untuk meningkatkan jumlah manna yang mampu disalurkan dalam satu waktu, dibutuhkan setidaknya orbs dengan 2 inti mesin. Kemudian, untuk masuk kepada tahap menyimpan manna dibutuhkan 2 inti mesin lagi. Sebagai hasilnya, untuk mampu menyimpan manna dibutuhkan setidaknya 4 inti mesin yang mengerjakan tugas-tugas yang berbeda secara bersamaan. Hingga saat ini, itu semua masih hanya sebatas teori.

“Ia sudah mampu merealisasikan orbs dengan 4 mesin inti. Kalian tidak dapat begitu saja menyangkal kemungkinannya.”

“Seperti yang sudah saya katakan, kita tidak dapat berharap banyak bahwa hasilnya akan sempurna. Letnan Tanya hingga saat ini adalah satu-satunya orang yang mampu menggunakannya, dan meskipun demikian, hasil uji coba yang ia lakukan masih jauh dari kata memuaskan.”

Dan inilah mengapa pihak pro-pengembang dan pihak militer yang ingin menarik investasinya selalu berakhir pada kesimpulan yang berbeda meskipun mengamati hal yang sama. Pihak pro-pengembang melihat adanya harapan, sedangkan pihak militer melihatnya hanya sebagai kesia-siaan, dan kedua kesimpulan tersebut sama-sama logis. Secara realistis, sebuah orb yang selalu mengalami masalah pada setiap uji coba memang tidak bisa diandalkan. Namun tetap saja, tidak ada prototipe yang sempurna, sehingga sejumlah masalah di sana-sini pastilah akan terjadi.

Namun kecelakaan yang sering terjadi tidak dapat dipandang sebelah mata. Berdasarkan laporan yang telah ditulis, bisa dibayangkan bagaimana nyawa Letnan Tanya selalu berada di ujung tanduk dalam setiap percobaan. Dan meskipun ia sudah mempertaruhkan nyawanya, ia masih sangat kesulitan mengendalikan prototipe orb tersebut.

Ini saja bagi sebagian orang sudah menandakan kemajuan yang luar biasa berarti sehingga mereka berani berkata bahwa eksperimen ini berjalan dengan “baik”. Namun, sementara sekelompok tentara memprotes uji coba ini yang menghabiskan dana luar biasa banyaknya, seorang perwira kelas menengah dari Divisi Personalia yang kebetulan hadir dalam pertemuan tersebut mengajukan pertanyaan dalam sudut pandang yang sedikit berbeda.

“Saya tak tahu lagi . . . mengapa harus dia?”

Sekilas, pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan yang lugu. Namun di sisi lain, pertanyaan ini mengangkat sebuah permasalahan yang rumit. Karir Letnan Dua Tanya Degurechaff tidaklah buruk, namun sebenarnya masih banyak tentara lain dengan pengalaman yang jauh lebih banyak dan kredibel. Mungkin kalau mereka membandingkan Tanya dengan penguji sebelumnya untuk melihat mengapa hanya Tanya yang mampu berhasil menggunakan prototipe orb tersebut, mereka akan menemukan jawabannya. Ketika pemikiran ini melintas dalam benak mereka, mereka melihat betapa pentingnya menggali pertanyaan ini lebih dalam lagi.

“Tidak, tidak, anda melihatnya terbalik. Kita harusnya fokus mengapa hanya dia yang berhasil melakukan uji coba ini.”

Pada titik ini, Direktur Markas Besar Suplai dan Logistik, yang memimpin pertemuan ini, mengajukan sebuah pertanyaan yang begitu vital. “Mengapa dia yang dipilih? Siapa yang memilihnya?”

Tanpa perlu diragukan lagi, Divisi Personalia Suplai dan Logistik-lah yang menandatangani surat penugasan, jadi pastinya ada seseorang yang membaca surat penugasan Tanya. Dan surat penugasan tersebut harusnya berisi alasan dibalik penunjukan Tanya.

Menanggapi pertanyaan atasannya, seorang administrator muda membolak-balik dokumennya dan menemukan surat penugasan yang dimaksud. Selama ini surat tersebut hanya dibaca-baca sekilas saja, namun surat itu memang berisi semua jawabannya.

“Kepala Insinyur Dr. von Schugel yang memilihnya secara personal. Bahkan, ia sendiri yang mengatakan bahwa Letnan Tanya lah yang memiliki peluang terbesar untuk mampu mengoperasikan orb yang sedang diuji.”

“Bagaimana dia bisa tahu?”

Dengan kegagalan yang dialami oleh semua penguji terdahulu, pastinya ada sesuatu yang menyakinkan Dr. Schugell bahwa Letnan Dua Tanya mampu melakukannya. Mengapa ia secara spesifik menginginkan Tanya sebagai penguji coba? Apakah ada suatu hal yang unik di dalam diri Tanya? Apakah karena skillnya? Atau suatu hal lain yang benar-benar berbeda? Sungguh suatu hal yang menarik.

Namun jawaban yang diberikan oleh Dr. von Schugell dalam surat penugasan sangatlah sederhana. “. . . Di sini ditulis, karena Letnan Dua Tanya masih belum terpaku pada cara yang pakem dalam menggunakan orb yang ada saat ini, Dr. Schugel berpikir bahwa Letnan Tanya pasti akan mencari cara lain untuk menggunakan Tipe 95, tidak seperti penguji-penguji terdahulu yang terlalu terpaku pada orb konvensional.”

Memang, Tipe 95 adalah barang yang benar-benar baru. Pemikiran Dr Schugell sungguh logis. Sistem 4 mesin inti yang tersinkronisasi adalah sistem yang benar-benar baru, sehingga memperlakukannya seperti orb biasa justru akan mempersulit pengujian.

Perlu rasa penasaran dan ingin tahu seorang anak kecil untuk mampu memahaminya, bahkan bila cara yang Tanya gunakan terkesan aneh, mereka tidak seharusnya menentangnya. Apalagi, seorang anak berbakat seperti Tanya memiliki otak yang sangat cerdas sehingga ia tidak hanya mampu memahami cara kerja suatu alat, namun juga bagaimana sebaiknya menggunakannya. Alasan Dr. Schugell sebenarnya sangat bagus.

Kalau saja mereka mampu memahami pemikiran di balik alasan penunjukan tersebut, pasti tidak akan terdengar banyak keluhan dari para peserta rapat. Ya, mereka mengeluh karena harus menghadapi kenyataan yang tidak mengenakkan bagi mereka.

“… Hei, tidak banyak penyihir berbakat kita yang tidak terikat pada pakem orb konvensional saat ini.”

Tentu saja. Bahkan meskipun mereka berjuang keras sampai jungkir balik untuk mencari penyihir seperti itu, sungguh sangatlah sulit untuk menemukannya. Biasanya, persyaratan sebuah orb baru untuk menjadi perlengkapan perang standar adalah tingkat penerimaan para penyihir atau pemakai saat ini. Kalau sebuah orb tidak diterima dengan baik karena masalah pada cara penggunaan, maka semua ini sia-sia saja.

Oleh karenanya, implikasi dari Tipe 95 terlalu tinggi. Jika sistem pelatihan tidak dirombak total dan para pasukan penyihir saat ini tidak diberi waktu khusus untuk berlatih ulang, maka orb model baru ini akan menjadi tidak berguna. Ditambah lagi, Tipe 95 lebih sulit digunakan daripada orb konvensional saat ini, sehingga sistem penerimaan dan pelatihan bagi para kadet harus dievaluasi ulang.

Bahkan kalaupun mereka mampu melakukannya, daya tahan dan harga produksi Tipe 95 pasti masih akan membuat mereka berpikir ulang untuk memproduksinya secara massal. Ditambah lagi, melihat betapa rumitnya proses pembuatan, perawatan, dan penggunaan Tipe 95 agar dapat berfungsi dengan baik, sedikit saja kekeliruan dapat menyebabkan bencana yang besar.

“Kita tidak memiliki dana yang tak terbatas. Tidakkah kita perlu melihat aspek kehandalan juga?”

“Kita sudah mencapai berbagai inovasi dalam sistem keamanan dan aspek-aspek lain untuk Tipe 95. Tidakkah kalian pikir itu cukup membantu?”

Kesimpulannya, mungkin akan lebih bijak untuk menunda pengembangan lebih lanjut, atau setidaknya, menurunkan prioritasnya, Bukanlah suatu hal yang mengejutkan ketika pendapat seperti itu mulai mendominasi ruang pertemuan.

Tak peduli betapa menjanjikannya proyek ini dalam bidang teknologi, pihak militer tidak punya pilihan lain selain membatalkan kelanjutan proyek ini jika tidak terlihat tanda-tanda keberhasilan dalam waktu dekat. Angkata Bersenjata Kerajaan tidak memiliki sumber daya alam, modal, dan manusia yang tak terbatas yang dapat dimain-mainkan begitu saja.

“Akan tetapi, harapan untuk melipat gandakan daya tempur terlalu menjanjikan untuk dilepas begitu saja. Tidak bisakah kita kembangkan mesin 2 inti saja alih-alih langsung 4?” Bisa ditebak, mereka yang tak ingin menyesal karena telah menghambat perkembangan teknologi masih tidak bisa melupakan hasrat mereka.

“Ide yang bagus. Kalau mesin intinya hanya 2, bukankah itu akan membuat sistem sinkronisasinya menjadi jauh lebih mudah dan sederhana?”

“Secara relatif, benar.” Dibandingkan dengan sinkronisasi 4 mesin inti, membangun sistem dengan 2 mesin inti tentunya akan jauh lebih mudah. Ironisnya, solusi tersebut muncul dari salah seorang tim peneliti yang pro-pengembang. “Akan tetapi, meskipun demikian, kami yakin tingkat keberhasilan yang rendah masih tak terelakkan karena strukturnya yang masih sangat kompleks.”

Para mekanik dari proyek sinkronisasi sendiri sudah termasuk orang-orang paling innovatif yang mampu menangani struktur-struktur kompleks. Mereka pun tidak banyak berharap bahwa tingkat keberhasilan uji coba akan membaik.

“Jika demikian, mungkin akan lebih mudah kalau para pasukan penyihir membawa dua orb saja sekaligus.”

“Tapi itu juga akan percuma saja kalau malah kelihatan terlalu mencolok. Kelihatannya, kita memang belum siap untuk teknologi sinkronisasi multi inti.”

Mereka pun menghentikan pengembangan lebih lanjut. Untuk saat ini, itulah keputusan yang paling masuk akal.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded