The Male Lead’s Villainess Fiancee Chapter 5 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Selamat Datang, Tunanganku (2)

Selama upacara pembukaan akademi, Louise hanya memikirkan satu hal di dalam benaknya.

Di manakah Stella Lapis?

Dalam novel yang asli, ada sebuah kejadian di mana ia berdiri di atas panggung dan diperkenalkan sebagai siswa peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk akademi. Meskipun untuk kali ini, Stella tidak akan diperkenalkan dengan cara demikian karena—

.

“Siswa peraih nilai tertinggi adalah Louise Sweeney.”

.

Ya, ia mendapatkannya.

Louise tersenyum dengan bangga.

Ketika ia masih berada di Korea Selatan ia tidak berani memimpikan impian setinggi ini, namun sekarang dengan kombinasi kerja keras dan lingkungan bebas tekanan ia dapat mengerahkan seluruh konsentrasi pada studi hingga ia mampu meraih impiannya. Lagi pula, tidaklah benar hanya dengan mengandalkan kerja keras berarti nilai tes yang baik. Nilai tes yang baik jelas-jelas kombinasi dari kerja keras dan uang, setidaknya bagi Louise, yang memiliki otak biasa-biasa saja.

Ketika ia naik ke atas panggung dan menerima penghargaan dari Dekan, Louise melihat banyaknya murid yang hadir di sana.

Di antara mereka semua nampak seorang gadis dengan rambut merahnya yang mencolok.

Louise belum pernah bertemu dengannya, namun ia yakin bahwa gadis itu akan bahagia – karena ia telah melihat berbagai ilustrasi yang cantik mengenai gadis itu ketika membaca novel yang asli.

Louise menikmati waktunya dalam mengagumi penampilan Stella. Ia menjadi tokoh utama bukan tanpa alasan. Sama seperti Ian yang mudah terlihat di manapun, begitu juga keanggunan nan cantik dari tokoh heroine tidak kehilangan kecemerlangannya di antara keramaian.

Seorang gadis cantik yang amat berharga yang tidak pernah melupakan harga dirinya sebagai seorang bangsawan, bahkan meskipun ia miskin!

Aku cinta banget sama kamu, wahai illustrator dengan sentuhan emasnya. Bukan, sentuhan berlian! Sebuah harta karun dalam dunia illustrasi! Si heroine sangat amat cantik! Louise ingin berteriak dan melambaikan light-stick.

Louise membayangkan gambaran manis masa depan sepanjang upacara pembukaan.

Segera akan terjadi pertemuan di antara keduanya, tokoh utama laki-laki dan perempuan, yang menjadi titik awal cerita. Tanpa menyadari bahwa mereka jatuh cinta satu sama lain dalam pandangan pertama, mereka akan bersama di dalam akademi dengan segala percekcokan dan pertengkarannya. Dasar bego! Mereka bertengkar karena betapa dalamnya mereka mencintai satu sama lain. Tentu saja, Louise akan menikmati kejadian dramatis itu di sampingnya.

“Sejak saat ini masing-masing dari kalian silakan mengenali lingkungan kampus sendiri-sendiri, namun jika kalian butuh bantuan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya. Semua murid dan professor akan dengan senang hati membantu kalian. Akan tetapi, sangat dilarang meninggalkan sekolah tanpa izin terlebih dahulu.”

.

Louise melihat-lihat peta sekolah yang ia terima dari murid yang lain. Akademi itu kira-kira seluas universitas swasta kecil di Korea. Bangunan-bangunan mengisi setiap sudut, termasuk klinik, asrama, dan perpustakaan. Akademi hanya dideskripsikan sekilas di dalam novel dan tidak pernah dipetakan seperti ini.

Louise melihat-melihat petanya dengan semangat lalu bangkit berdiri. Murid-murid yang lain sudah meninggalkan ruang auditorium untuk berkeliling, termasuk Stella.

Dan sekarang, sebuah prolog dari seri fantasi dimulai.

Inilah kejadian yang sangat ditunggu-tunggu oleh Louise.

~~~***~~~

[Terima kasih sudah membaca meionovel.com \ ( ^ _ ^ ) / ]

~~~***~~~

Hari upacara pembukaan bagaimanapun juga adalah hari libur, tidak ada kelas dan tugas yang harus dikerjakan. Bagi murid akademi, mengembangkan relasi personal sama pentingnya dengan prestasi akademik, dan sudah jadi hal yang wajar bagi para murid baru untuk memperkenalkan diri kepada murid yang lain yang mungkin saja suatu saat nanti akan berguna bagi keluarga mereka.

Stella sudah pasti pergi ke perpustakaan meskipun sudah tahu kebiasaan itu. Gadis miskin itu selalu menyukai buku-buku.

Lalu, di salah satu sudut perpustakaan, ia akan bertemu dengan Ian, yang sedang menghindari Louise yang manja dan menyebalkan di versi aslinya.

Itu adalah perjumpaan pertama mereka di mana mereka akan mulai beradu pandang dan saling bertengkar dan saling menyebut nama.

Saat ini, Louise membuntuti Stella ke dalam perpustakaan dan bersembunyi di belakang lemari buku, meskipun toh Stella tidak akan menyadari Louise meskipun ia berjalan masuk seperti biasa. Dalam hati Louise merasa sedikit was-was terhadap kelakuan stalking nya.

Stella sedang membaca buku seperti di dalam novel aslinya. Sinar mentari musim semi yang memancar segar masuk melalui jendela. Itu adalah lampu sorot yang sempurna bagi Stella.

.

‘Cantik, sungguh cantik…’

.

Louise bisa saja terhanyut dan justru menyatakan kekagumannya.

.

“Apa yang sedang kamu lakukan?”

.

Oh, mengapa Ian harus datang dan berbisik di telinganya ketika ia sedang menunggu sang tokoh utama laki-laki untuk muncul!

.

‘Apa? Tokoh utama laki-laki?’

.

Louise yang terkejut menoleh.

~~~***~~~

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded